KABARBOLA757 - Masalah Juventus Tidak Ada Pemain Yang Mendukung Cristiano Ronaldo
Juventus baru saja tersingkir dari fase gugur Liga Champions 2020/21. Hasil ini pun menambah nelangsa Juve yang bertahun-tahun terakhir tidak pernah melangkah sampai partai final.
Rabu 10-03-2021 dini hari WIB, Juve menang 3-2 atas Porto dalam duel leg kedua 16 besar di Turin. Sayangnya skor ini tidak cukup, Juve tersingkir karena agresivitas gol tandang usai kalah 1-2 di markas Porto sebelumnya.
Hasil ini pun menjadi tamparan keras untuk Andrea Pirlo dan skuadnya. Juve sudah merekrut Cristiano Ronaldo dari Real Madrid dengan harapan bisa jadi juara Liga Champions, namun pembelian Ronaldo tidak diikuti dengan langkah-langkah penting berikutnya.
Skuad Juve sekilas tampak oke di Serie A, tapi sebenarnya ada terlalu banyak pemain kelas medioker dalam tim Andrea Pirlo. Perbedaan kelas ini baru terlihat pada laga penting.
Di posisi kiper, Szczesny, bukanlah kiper berkualitas untuk jadi juara UCL. Di barisan bek, ada nama-nama tua seperti Leonadro Bonucci dan Georgio Chiellini, lalu pemain muda tak berpengalaman seperti Merih Demiral.
Juve bahkan tidak punya bek sayap ideal. Juan Cuadrado sejatinya winger atau wing back, tapi dipaksa main sebagai bek kanan selama bertahun-tahun -- anehnya Juve seolah-olah membiarkannya begitu saja.
Di lini tengah, Juve hanya merekrut gelandang-gelandang tanggung seperti Arthur dan Ramsey. Ada juga Rabiot yang gagal di PSG dan Weston McKennie yang masih mentah.
Di lini serang, Juve gagal mendapatkan striker ideal musim panas lalu dan membeli Alvaro Morata secara mendadak dari Atletico Madrid.
Melihat skuad ini, praktis hanya Ronaldo yang bisa disebut pemain bintang. Bahkan skuad Inter Milan sekarang masih lebih baik dari Juve.
Tidak Ada Pendukung Ronaldo
Alhasil, dengan skuad yang tanggung, wajar jika Juve tidak bisa berbuat banyak di Liga Champions. Sebenarnya Juve sudah diperingatkan sejak musim lalu, tapi mengabaikannya begitu saja.
Musim lalu Juve disingkirkan Lyon, juga di babak 16 besar Liga Champions. Saat itu terlihat jelas skuad Juve hanya berada di level medioker.
Entah mengapa, petinggi Juve mengabaikan masalah tersebut. Tidak banyak perubahan yang dibuat, skuad yang sekarang pun masih terlalu bergantung pada Ronaldo.
Sebenarnya tidak ada masalah bergantung pada Ronaldo, Real Madrid melakukannya selama bertahun-tahun. Yang penting adalah memiliki pemain-pemain untuk mendukung Ronaldo. Madrid punya itu, Juve tidak.
Coba lagi tahun depan
Tersingkir di babak 16 besar dalam dua musim beruntun seharusnya jadi tamparan keras untuk tim yang berambisi menjuarai Liga Champions. Juve harus berbenah.
Kini respons para petinggi klub bakal ditunggu fans Juve. Akankah mereka bergerak belanja pemain-pemain top atau masih mengandalkan skuad yang sama.
Singkat kata terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca ulasan kami, semoga keberuntungan menghampiri bos-bosku.





0 Komentar